Delphi
adalah tools dalam pengembangan aplikasi
visual yang yang berbasis objek. Praktikum ini saya membuat aplikasi dari
Delphi yaitu program login dan nilai mahasiswa. Berikut adalah contoh sederhana programnya menggunakan Delphi.
1.List Program
2.Logika Program Unit 1
Program
ini di buat untuk latihan membuat program menggunakan Delphi. Versi yang di
gunakan pada program ini adalah Delphi 7. Pada program ini kita menggunakan Form
yang terdapat pada Delphi. Di sini kita akan membuat program untuk login mahasiswa
dan nilai.
Jika
ingin membuat program dengan output seperti itu, maka kita dapat menggunakan 2
CommandButton yang kita buat untuk login dan reset, 2 TextBox untuk mengisi
username dan password, dan membuat 3 label untuk username,password, dan Judulnya.
Pada
list program pertama terdapat sintaks ”If (Edit1.Text = 'Dimas') And
(Edit2.Text = '52413515') Then ; begin ; Form1.Hide;Form2.Show;”, jika
TextBox 1 diisikan Dimas dan TextBox 2 diisikan 52413515 amaka form 2 akan
muncul.
Pada
list program pertama terdapat sintaks ”application.MessageBox('Selamat Datang
Dimas','Warning'); end ”, Kemudian akan muncul kotak pesan Selamat
dating Dimas sebelum masuk ke Form2 .
Pada
list sintaks berikutnya terdapat sintaks “Else
If (Edit1.Text = '') And (Edit2.Text = '') Then ; begin ;
application.MessageBox('Masukkan Username Dan Password Anda','Warning'); end”
jika TextBox1 dan TextBox2 tidak diisikan alias kosong maka akan muncul pesan
Masukkan Username dan Password Anda.
Begitu
Juga ketika hanya TextBox1 kosong maka akan keluar pesan Masukkan Username Anda
kemudian sama dengan jika hanya TextBox2 kosong akan keluar pesan Masukkan
Password Anda.
Pada
list sintaks berikutnya terdapat sintaks “Else
; application.MessageBox('Username Dan Password Anda Tidak Valid','Warning');
end; end; end.” Jika statement diatas sudah diseleksi dan ternyata username
dan passwordnya salah maka akan kelar kotak pesan seperti diatas dan statement
ini akan berakhir dan ditutupagar tidak looping terus.
Berikut adalah seluruh sintaks dari Unit 1
atau Form 1 :
procedure
TForm1.Button1Click(Sender: TObject);
begin
If
(Edit1.Text = 'Dimas') And (Edit2.Text = '52413515') Then
begin
Form1.Hide;
Form2.Show;
application.MessageBox('Selamat
Datang Dimas','Warning');
end
Else
If (Edit1.Text = '') And (Edit2.Text = '') Then
begin
application.MessageBox('Masukkan
Username Dan Password Anda','Warning');
application.MessageBox('Username
Dan Password Anda Tidak Valid','Warning');
end;
end;
end.
3.Logika Program Unit 2
Pada
Unit 2 atau form 2 kita dapat menggunakan 2 CommandButton yang kita buat untuk
check dan reset, 4 TextBox untuk mengisi nilai UTS, nilai UAS, untuk rata-rata
dan untuk grade, dan membuat 5 label untuk Nilai UTS,Nilai UAS,rata-rata,
Grade, dan Judulnya.
Pada
list program pertama terdapat sintaks ”var ; uts,uas : Integer; Jumlah : Real; ”,
Statement
ini untuk mendeklarasikan variabel uts,uas sebagai integer dan jumlah sebagai
variabel real.
Pada
list sintaks berikutnya terdapat sintaks “uts
:= strToInt (Edit1.Text); uas :=
strToInt (Edit2.Text); ” statement ini berguna untuk mengubah variable uts
dan uas dari string menjadi interger dan uts mengisi TextBox1 dan uas mengisi
TextBox2.
Pada
list sintaks selanjutnya terdapat sintaks “Jumlah
:= (uts+uas)/2; Edit3.Text := FloatTostr (Jumlah);” statement ini berguna
untuk menghitung jumlah atau rata-rata dan mendeklarasikan Jumlah sebagai float
atau bernilai koma dan mengisi TextBox3.
Pada
list sintaks selanjutnya terdapat sintaks kondisi if else.Jika jumlah >=80
maka di TextBox4 akan keluar output “A”. Jika jumlah >=60 dan <=79 maka
di TextBox4 akan keluar output “B”. Jika jumlah >=40 dan jumlah <=59 maka
di TextBox4 akan keluar output “C”. Jika jumlah >=20 dan jumlah <=39 maka
di TextBox4 akan keluar output “D” , kemudian
dari statement tersebut diatas tidak terpenuhi maka di TextBox4 akan keluar
output “E”.
Begitu Juga ketika hanya TextBox1 kosong
maka akan keluar pesan Masukkan Username Anda kemudian sama dengan jika hanya
TextBox2 kosong akan keluar pesan Masukkan Password Anda.
Pada
list sintaks selanjutnya terdapat sintaks “procedure
TForm2.Button2Click(Sender:
TObject);begin;Edit1.Clear;Edit2.Clear;Edit3.Clear;Edit4.Clear;Edit1.SetFocus;end;”
statement ini berguna untuk mereset ulang agar kita menekan tombol reset
maka form isian akan kosong kembali.
Pada
list sintaks selanjutnya terdapat sintaks “procedure
TForm2.editnumberKeyPress(Sender: TObject; var Key: Char);begin;If Not (Key
in['0'..'9',#8,#13]) Then; Key:=
#0;end;” statement ini berguna untuk menentukan agar variabel yang
diinputkan ke dalam TextBox hanya berupa angka.
Pada
list sintaks selanjutnya terdapat sintaks “procedure
TForm2.Edit1Change(Sender: TObject);begin;Edit1.MaxLength := 3;end; ” statement
ini berguna untuk membatasi variabel pada Form2 dengan batas hanya 3 variabel.
Berikut
adalah seluruh sintaks dari Unit 2 atau Form 2 :
procedure
TForm2.Button1Click(Sender: TObject);
var
uts,uas : Integer;
Jumlah : Real;
begin
uts := strToInt (Edit1.Text);
uas := strToInt (Edit2.Text);
Jumlah
:= (uts+uas)/2;
Edit3.Text := FloatTostr (Jumlah);
If Jumlah >=80 Then
begin
Edit4.Text := 'A';
End
Else If (Jumlah >= 60) And (Jumlah
<=79) Then
begin
Edit4.Text := 'B';
End
Else If (Jumlah >= 40) And (Jumlah
<=59) Then
begin
Edit4.Text := 'C';
End
Else If (Jumlah >= 20) And (Jumlah
<=39) Then
begin
Edit4.Text := 'D';
End
Else
Edit4.Text := 'E'
end;
procedure TForm2.Button2Click(Sender:
TObject);
begin
Edit1.Clear;
Edit2.Clear;
Edit3.Clear;
Edit4.Clear;
end;
procedure
TForm2.editnumberKeyPress(Sender: TObject; var Key: Char);
Keadilan
menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan
diartikan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak
dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem ini menyangkut dua orang atau benda.
Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah
ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang
sama, kalau tidak sama, maka masing – masing orang akan menerima bagian yang
tidak sama, sedangkan pelangggaran terjadap proporsi tersebut disebut tidak
adil.
Keadilan
oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah
orang yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal. Socrates
memproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates, keadilan akan
tercipta bilamana warga Negara sudah merasakan bahwa pemerintah sudah melakukan
tugasnya dengan baik.
Mengapa
diproyeksikan kepada pemerintah ? sebab pemerintah adalah pimpinan pokok yang
menentukan dinamika masyarakat. Kong Hu Cu berpendapat bahwa keadilan terjadi
apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja,
masing-masing telah melaksanakan kewajibannya. Pendapat ini terbatas pada
nilai-nilai tertentu yang sudah diyakini atau disepakati.
Menurut
pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan
pelakuan yang seimbang antara hak-hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada
keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain,
keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi hak nya
dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.
PENGERTIAN KEADILAN
Keadilan
memberikan kebenaran, ketegasan dan suatu jalan tengah dari berbagai persoalan
juga tidak memihak kepada siapapun. Dan bagi yang berbuat adil merupakan orang
yang bijaksana.
Contoh Keadilan:
Seorang
koruptor yang memakan uang rakyat. Koruptor di tangkap dan dimasukan kepenjara
selama 2 tahun tanpa ada goresan luka sedikit pun pada wajahnya. Hal tersebut
mencerminkan bahwa hakim dan jaksa di indonesia tidak adil pada rakyat kecil
yang dikarenakan mencuri dompet mendapatkan masa kurungan lebih dari sang
koruptor, padahal koruptor lah yang mencuri uang rakyat lebih banyak dari pada
pencopet itu. Bahkan koruptor bisa mendapatkan fasilitas yang istimewa bahkan
seperti apartemen didalam penjara.
KEADILAN SOSIAL
Seperti
pancasila yang bermaksud keadilan sosial adalah langkah yang menetukan untuk
melaksanakan Indonesia yang adil dan makmur. Setiap manusia berhak untuk
mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya sesuai dengan kebijakannya
masing-masing.
5 Wujud keadilan sosial yang
diperinci dalam perbuatan dan sikap:
Dengan
sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia manusia Indonesia menyadari
hak dan kewajiban yang sama untuk untuk menciptakan keadilan sosial dalam
kehidupan masyarakat Indonesia.
Selanjutnya
untuk mewujudkan keadilan sosial itu, diperinci perbuatan dan sikap yang perlu
dipupuk, yakni :
1. Perbuatan luhur yang mencerminkan
sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
2. Sikap adil terhadap sesama, menjaga
keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.
3. Sikap suka memberi pertolongan
kepada orang yang memerlukan
4. Sikap suka bekerja keras.
5. Sikap menghargai hasil karya orang
lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Asas
yang menuju dan terciptanya keadilan sosial itu akan dituangkan dalam berbagai
langkah dan kegiatan, antara lain melalui delapan jalur pemerataan yaitu :
1. Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok
rakyat banyak khususnya pangan, sandang dan perumahan.
2.
Pemerataan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan.
3.
Pemerataan pembagian pendapatan.
4. Pemerataan
kesempatan kerja.
5.
Pemerataan kesempatan berusaha.
6. Pemerataan
kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan khususnya bagi generasi muda dan
kaum wanita.
7.
Pemerataan penyebaran pembangunan di seluruh wilayah tanah air.
8.
Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan.
BERBAGAI MACAM KEADILAN
a) Keadilan Legal atau
Keadilan Moral
Plato
berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari
masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang
adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling
cocok baginya (Than man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan
moral, sedangkan Sunoto menyebutnya keadilan legal.
b) Keadilan Distributif
Aristoles
berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama
diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama (justice
is done when equals are treated equally) Sebagai contoh: Ali bekerja 10 tahun
dan budi bekerja 5 tahun. Pada waktu diberikan hadiah harus dibedakan antara
Ali dan Budi, yaitu perbedaan sesuai dengan lamanya bekerja. Andaikata Ali
menerima Rp.100.000,-maka Budi harus menerima Rp. 50.000,-. Akan tetapi bila
besar hadiah Ali dan Budi sama, justru hal tersebut tidak adil.
c) Komutatif
Keadilan
ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi
Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban
dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidak
adilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.
Contoh :
Dr.Sukartono
dipanggil seorang pasien, Yanti namanya, sebagai seorang dokter ia menjalankan
tugasnya dengan baik. Sebaliknya Yanti menanggapi lebih baik lagi. Akibatnya,
hubungan mereka berubah dari dokter dan pasien menjadi dua insan lain jenis
saling mencintai. Bila dr. sukartono belum berkeluarga mungkin keadaan akan
baik saja, ada keadilan komutatif. Akan tetapi karena dr. sukartono sudah
berkeluarga, hubungan itu merusak situasi rumah tangga, bahkan akan
menghancurkan rumah tangga. Karena Dr.Sukartono melalaikan kewajibannya sebagai
suami, sedangkan Yanti merusak rumah tangga Dr.Sukartono.
KEJUJURAN
Kejujuran
atau jujur artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya,
apa yang dikatakannya sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang
ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang
bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum.
Untuk
itu dituntut satu kata dan perbuatan-perbuatan yang berarti bahwa apa yang
dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur juga menepati janji
atau kesanggupan yang terlampir melalui kata-kata ataupun yang masih terkandung
dalam nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat.
Hakikat
kejujuran dalam hal ini adalah hak yang telah tertetapkan, dan terhubung kepada
Tuhan. Ia akan sampai kepada-Nya, sehingga balasannya akan didapatkan di dunia
dan akhirat. Tuhan telah menjelaskan tentang orang-orang yang berbuat
kebajikan, dan memuji mereka atas apa yang telah diperbuat, baik berupa
keimanan, sedekah ataupun kesabaran. Bahwa mereka itu adalah orang-orang jujur
dan benar. Dan pada hakekatnya jujur atau kejujuran dilandasi oleh kesadaran
moral yang tinggi, kesadaran pengakuan akan adanya sama hak dan kewajiban,
serta rasa takut terhadap kesalahan atau dosa.
KECURANGAN
Kecurangan
atau curang identik dengan ketidak jujuran atau tidak jujur, dan sama pula
dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Sudah tentu kecurangan sebagai lawan
jujur.
Curang
atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya.
Atau orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud
memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan usaha.
Kecurangan
menyebabkan manusia menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang
berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling
kaya dan senang bila masyarakat sekelilingnya hidup menderita.
Bermacam-macam sebab orang melakukan
kecurangan, ditinjau dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya ada empat
aspek yaitu:
1. Aspek
ekonomi
2. Aspek
kebudayaan
3. Aspek
peradaban
4. Aspek
tenik
Apabila
ke empat aspek tersebut dilaksanakan secara wajar, maka segalanya akan berjalan
sesuai dengan norma-norma moral atau norma hukum, akan tetapi apabila manusia
dalam hatinya telah digerogoti jiwa tamak, iri, dengki, maka manusia akan
melakukan perbuatan yang melanggar norma tersebut dan jadilah kecurangan.
Tentang baik dan buruk Pujowiyatno dalam bukunya "filsafat sana-sini"
menjelaskan bahwa perbuatan yang sejenis dengan perbuatan curang, misalnya
berbohong, menipu, merampas, memalsu dan lain-lain adalah sifat buruk. Lawan buruk
sudah tentu baik. Baik buruk itu berhubungan dengan kelakuan manusia.
Pada
diri manusia seakan –akan ada perlawanan antara baik dan buruk. Baik merupakan
tingkah laku, karena itu diperlukan ukuran untuk menilainya, namun sukarlah
untuk mengajukan ukuran penilaian mengenai halyang penting ini. Dalam hidup
kita mempunyai semacam kesadaran dan tahulah kita bahwa ada baik dan lawannya
pada tingkah laku tertentu juga agak mudah menunjuk mana yang baik, kalau tidak
baik tentu buruk.
PEMULIHAN NAMA BAIK
Nama
baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak
tercela. Setiap orang menajaga dengan hati-hati agar namanya baik. Lebih-lebih
jika ia menjadi teladan bagi orang/tetangga disekitarnya adalah suatu
kebanggaan batin yang tak ternilai harganya.
Penjagaan
nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh
dikatakan bama baik atau tidak baik ini adalah tingkah laku atau perbuatannya.
Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan itu, antara lain cara
berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi, cara menghadapi orang,
perbuatan-perbuatan yang dihalalkan agama dan sebagainya. Pada hakekatnya
pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya; bahwa
apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan
ahlak yang baik. Untuk memulihkan nama baik manusia harus tobat atau minta
maaf.
Tobat
dan minta maaf tidak hanya dibibir, melainkan harus bertingkah laku yang sopan,
ramah, berbuat darma dengan memberikan kebajikan dan pertolongan kepaa sesama
hidup yang perlu ditolong dengan penuh kasih sayang , tanpa pamrin, takwa
terhadap Tuhan dan mempunyai sikap rela, tawakal, jujur, adil dan budi luhur
selalu dipupuk.
PEMBALASAN
Pembalasan
adalah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa
perbuatan serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah
laku yang seimbang.
Dalam
Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang menyatakan bahwa Tuhan mengadakan pembalasan.
Bagi yang bertakwa kepada Tuhan diberikan pembalasan, dan bagi yang mengingkari
perintah Tuhan pun diberikan pembalasan yang seimbang, yaitu siksaan di neraka.
Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat
mendapatkan pembalasan yang bersahabat. Sebaliknya, pergaulan yang penuh
kecurigaan, menimbulkan pembalasan yang tidak bersahabat pula.
Pada
dasarnya, manusia adalah makhluk moral dan makhluk sosial. Dalam bergaul,
manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia
bermuat amoral, lingkunganlah yang menyebabkannya. Perbuatan amoral pada
hakekatnya adalah perbuatan yang melanggar hak dan kewajiban manusia lain. Oleh
karena itu manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar, maka
manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajibannya itu. Mempertahankan hak
dan kewajiban itu adalah pembalasan.