Subjek Jurnal :
Geological mapping using remote sensing data: A comparison of five machine learning algorithms, their response to variations in the spatial distribution of training data and the use of explicit spatial information
Link Jurnal :
http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0098300413002720
Inti Pembahasan :
Membandingkan lima mesin belajar algoritma (MLAs) dalam hal kinerja mereka sehubungan dengan masalah klasifikasi litologi yang kompleks dan bermetamorfosa dalam teori geologi. Mesin MLAs, Naive Bayes, k-Nearest Neighbors, Random Forests, Support Vector Machines and Artificial Neural Networks, mewakili lima strategi pembelajaran mesin umum untuk inferensi data. Perbandingan MLA termasuk sensitivitas mereka terhadap variasi dalam distribusi spasial dalam mengolah data, dan respon terhadap masuknya informasi spasial eksplisit.
Metode Yang Digunakan :
a. Pra proses
Data geofisika ditransformasikan ke umum dan diproyeksikan untuk sistem koordinat mana saja menggunakan bilinear interpola-tion. Semua masukan yang resampled sampai batas umum (12,8 km) dan resolusi (50 m), menghasilkan dimensi gambar dari 256 piksel (65.536 sampel). Untuk meningkatkan relevansinya dengan tugas litologi, data yang diproyeksikan diproses dalam berbagai cara khusus untuk properti geofisika yang mereka wakili. langkah-langkah pre-processing diterapkan untuk menghasilkan input data yang diberikan dalam Informasi Tambahan Bagian 1 (S1 - Data). koordinat spasial (Easting (m) dan Northing (m)), yang diperoleh dari lokasi pusat dimasukkan menghasilkan total 27 variabel yang tersedia untuk input. Olahan input data yang standar untuk mean nol dan satuan varians. data yang sangat berkorelasi, dengan mean korelasi Pearson koefisien 40,8 terkait dengan sebagian besar data lain, tersingkir.
b. Klasifikasi Model
Tabel 2 menunjukkan nilai parameter MLA dinilai dalam penelitian ini. parameter yang optimal dipilih berdasarkan akurasi rata-rata maksimum yang dihasilkan dari 10 kali lipat cross-validasi. model klasifikasi MLA dilatih menggunakan parameter yang dipilih di seluruh set sampel data sebelum evaluasi prediksi. Informasi tentang paket data dan fungsi yang digunakan untuk melatih model klasifikasi MLA dan rincian mengenai parameter yang terkait disediakan di Informasi tambahan Bagian (S2 - Software MLA dan Parameter).
c. Evaluasi Prediksi
Akurasi keseluruhan dan kappa statistik (Cohen, 1960) biasanya digunakan untuk mengevaluasi kinerja classifier (Lu dan Weng, 2007). Secara keseluruhan akurasi memperlakukan prediksi sebagai benar atau salah dan didefinisikan sebagai jumlah sampel uji diklasifikasikan dengan benar dan dibagi dengan jumlah total sampel uji. Kappa statistik adalah ukuran dari kesamaan antara prediksi dan pengamatan data yang mengoreksi kesepakatan yang terjadi secara kebetulan (Congalton dan Green, 1998). Kami tidak menggunakan area di bawah ROC untuk mengevaluasi MLA prediksi karena multiclass ROC menjadi meningkat keras dengan sejumlah besar kelas (yaitu 48) (Landgrebe dan Paclik, 2010). Kami memvisualisasikan distribusi spasial error prediksi dan menilai validitas geologi mereka dengan memplot MLA prediksi dalam domain spasial dan dengan membandingkan lokasi sampel kesalahan klasifikasi.
Kelebihan Metode :
• Sistem informasi yang dibutuhkan dapat segera direalisasikan dan dapat segera melakukan perbaikan untuk menyempurnakan sistem tersebut.
• Mengefektifkan perhitungan yang dibutuhkan.
• Mengurangi kesalahan manusia.
Kekurangan Metode :
• Hanya dapat dilakukan oleh spesifikasi komputer tertentu.
• Data tentang longitude dan latitude suatu daerah rawan error(tidak menunjukkan lokasi sebenarnya).
Sumber :
[1]. Anselin, L., 1995. Local indicators of spatial association – LISA. Geogr. Anal. 27, 93–115.
[2]. Breiman, L., 1996. Bagging predictors. Machine Learn. 24, 123–140. Breiman, L., 2001. Random forests. Mach. Learn. 45, 5–32.
[3]. Breiman, L., Friedman, J.H., Olshen, R.A., Stone, C.J., 1984. Classification and Regression Trees. Wadsworths & Brooks/Cole Advanced Books & Software, Pacific Grove, USA p. 358.
[4]. Buckley, P.M., Moriarty, T., Needham, J. (compilers), 2002. Broken Hill Geoscience Database, 2nd ed. Geological Survey of New SouthWales , Sydney.
[5]. Carneiro, C.C., Fraser, S.J., Croacutesta, A.P., Silva, A.M., Barros, C.E.M., 2012. Semiautomated geologic mapping using self-organizing maps and airborne geophysics in the Brazilian Amazon. Geophysics 77, K17–K24.
[6]. Cohen, J., 1960. A coefficient of agreement for nominal scales. Educ. Psychol. Meas. 20, 37–46.
[7]. Congalton, R.G., Green, K., 1998. Assessing the Accuracy of Remotely Sensed Data: Principles and Practices, first edn. Lewis Publications, Boca Raton p. 137.
[8]. Cover, T., Hart, P., 1967. Nearest neighbor pattern classification. IEEE Trans. Inf. Theory 13, 21–27.
[9]. Cracknell, M.J., Reading, A.M., 2013. The upside of uncertainty: identification of lithology contact zones from airborne geophysics and satellite data using Random Forests and Support Vector Machines. Geophysics 78, WB113–WB126.
[10]. Fix, E., Hodges, J.L., 1951. Discriminatory analysis. Nonparametric discrimination; Consistency properties. U.S. Air Force, School of Aviation Medicine, Randolph Field, Texas.
[11]. Foody, G.M., Mathur, A., 2004. A relative evaluation of multiclass image classifica-tion by support vector machines. IEEE Trans. Geosci. Remote Sens. 42, 1335–1343.
[12]. Gahegan, M., 2000. On the application of inductive machine learning tools to geographical analysis. Geogr. Anal. 32, 113–139.
[13]. Gelfort, R., 2006. On Classification of Logging Data, Department of Energy and Economics. Clausthal University of Technology, Germany, p. 131.
[14]. Getis, A., 2010. Spatial autocorrelation. In: Fisher, M.M., Getis, A. (Eds.), Handbook of Applied Spatial Analysis: Software, Tools, Methods and Applications. Springer-Verlag, Berlin, pp. 255–278.
[15]. Guyon, I., 2008. Practical feature selection: from correlation to causality. In: Fogelman-Soulié, F., Perrotta, D., Piskorski, J., Steinberger, R. (Eds.), Mining Massive Data Sets for Security – Advances in Data Mining, Search, Social Networks and Text Mining, and their Applications to Security. IOS Press, Amsterdam, pp. 27–43.
[16]. Guyon, I., 2009. A practical guide to model selection. In: Marie, J. (Ed.), Proceedings of the Machine Learning Summer School. Canberra, Australia, January 26 - February 6, Springer Text in Statistics, Springer p.37.
[17]. Ham, J., Yangchi, C., Crawford, M.M., Ghosh, J., 2005. Investigation of the random forest framework for classification of hyperspectral data. IEEE Trans. Geosci. Remote Sens. 43, 492–501.
[18]. Hastie, T., Tibshirani, R., Friedman, J.H., 2009. The elements of statistical learning: data mining, Inference and Prediction, 2nd edn. Springer, New York, USA p. 533.
[19]. Henery, R.J., 1994. Classification. In: Michie, D., Spiegelhalter, D.J., Taylor, C.C. (Eds.), Machine Learning, Neural and Statistical Classification. Ellis Horwood, New York, pp. 6–16.
[20]. Hsu, C.-W., Lin, C.-J., 2002. A comparison of methods for multiclass support vector machines. IEEE Trans. Neural Netw. 13, 415–425.
[21]. Hsu, C.-W., Chang, C.-C., Lin, C.-J., 2010. A Practical Guide to Support Vector ClassificationDepartment of Computer Science, National Taiwan University, Taipei, Taiwan16.
[22]. Huang, C., Davis, L.S., Townshend, J.R.G., 2002. An assessment of support vector machines for land cover classification. Int. J. Remote Sens. 23, 725–749.
[23]. Kanevski, M., Pozdnoukhov, A., Timonin, V., 2009. Machine learning for spatial environmental data: theory, Applications and Software. CRC Press, Boca Raton, USA (368 pp.).
[24]. Karatzoglou, A., Meyer, D., Hornik, K., 2006. Support vector machines in R. J. Stat. Softw. 15, 28.
[25]. Kotsiantis, S.B., 2007. Supervised machine learning: a review of classification techniques. Informatica 31, 249–268.
[26]. Kovacevic, M., Bajat, B., Trivic, B., Pavlovic, R., 2009. Geological units classification of multispectral images by using Support Vector Machines. In: Proceedings of the International Conference on Intelligent Networking and Collaborative Systems, IEEE, pp. 267–272.
[27]. Kuhn, M., Wing, J., Weston, S., Williams, A., Keefer, C., Engelhardt, A., 2012. caret: Classifcation and Regression Training, R Package Version 5.15-023.
[28]. Kuncheva, L., 2004. Combining Pattern Classifiers: Methods and Algorithms. John Wiley & Sons p. 376.
[29]. Landgrebe, T.C.W., Paclik, P., 2010. The ROC skeleton for multiclass ROC estimation. Pattern Recogn. Lett. 31, 949–958.
[30]. Leverington, D.W., 2010. Discrimination of sedimentary lithologies using Hyperion and Landsat Thematic Mapper data: a case study at Melville Island, Canadian High Arctic. Int. J. Remote Sens. 31, 233–260.
[31]. Leverington, D.W., Moon, W.M., 2012. Landsat-TM-based discrimination of litholo-gical units associated with the Purtuniq Ophiolite, Quebec, Canada. Remote Sens. 4, 1208–1231.
[32]. Li, C.-H., Kuo, B.-C., Lin, C.-T., Huang, C.-S., 2012. A spatial-contextual Support Vector Machine for remotely sensed image classification. IEEE Trans. Geosci. Remote Sens. 50, 784–799.
[33]. Lloyd, C.D., 2011. Local Models for Spatial Analysis, 2nd edn. CRC Press, Taylor & Francis Group, Boco Raton, USA p. 336.
[34]. Lu, D., Weng, Q., 2007. A survey of image classification methods and techniques for improving classification performance. Int. J. Remote Sens. 28, 823–870.
[35]. Marsland, S., 2009. Machine Learning: An Algorithmic Perspective. Chapman & Hall/CRC (406 pp.).
[36]. Melgani, F., Bruzzone, L., 2004. Classification of hyperspectral remote sensing images with support vector machines. IEEE Trans. Geosci. Remote Sens. 42, 1778–1790.
[37]. Molina, R., P´erez de la Blanca, N., Taylor, C.C., 1994. Modern statistical techniques. In: Michie, D., Spiegelhalter, D.J., Taylor, C.C. (Eds.), Machine Learning. Neural and Statistical Classification. Ellis Horwood, New York, pp. 29–49.
[38]. Oommen, T., Misra, D., Twarakavi, N.K.C., Prakash, A., Sahoo, B., Bandopadhyay, S., 2008. An objective analysis of support vector machine based classification for remote sensing. Math. Geosci. 40, 409–424.
[39]. Page, R.W., Conor, C.H.H., Stevens, B.P.J., Gibson, G.M., Preiss, W.V., Southgate, P.N., 2005a. Correlation of Olary and Broken Hill Domains, Curnamona Province: possible relationship to Mount Isa and other North Australian Pb–Zn–Ag-bearing successions. Econ. Geol. 100, 663–676.
[40]. Page, R.W., Stevens, B.P.J., Gibson, G.M., 2005b. Geochronology of the sequence hosting the Broken Hill Pb–Zn–Ag orebody, Australia. Econ. Geol. 100, 633–661.
[41]. Pal, M., 2005. Random forest classifier for remote sensing classification. Int. J. Remote Sens. 26, 217–222.
[42]. Provost, F., Fawcett, T., 1997. Analysis and visualization of classifier performance: Comparison under imprecise class and cost distributions, Proceedings of the Third International Conference on Knowledge Discovery and Data Mining (KDD 97). American Association for Artificial Intelligence, Huntington Beach, CA, pp. 43–48.
[43]. Ripley, B.D., 1996. Pattern Recognition and Neural Networks. Cambridge University Press, Cambridge, UK p. 403.
[44]. Rojas, R., 1996. Neural Netwoks: A Systematic Introduction. Springer-Verlag, Berlin p. 502.
[45]. Song, X., Duan, Z., Jiang, X., 2012. Comparison of artificial neural networks and support vector machine classifiers for land cover classification in Northern China using a SPOT-5 HRG image. Int. J. Remote Sens. 33, 3301–3320.
[46]. Stevens, B.P.J., 1986. Post-depositional history of the Willyama Supergroup in the Broken Hill Block, NSW. Aust. J. Earth Sci. 33, 73–98.
[47]. Vapnik, V.N., 1998. Statistical Learning Theory. John Wiley & Sons, Inc., New York, USA p. 736.
[48]. Venables, W.N., Ripley, B.D., 2002. Modern Applied Statistics with S, 4th edn. Springer, New York, USA (495 pp.).
[49]. Waske, B., Braun, M., 2009. Classifier ensembles for land cover mapping using multitemporal SAR imagery. ISPRS J. Photogramm. Remote Sens. 64, 450–457.
[50]. Waske, B., Benediktsson, J.A., Árnason, K., Sveinsson, J.R., 2009. Mapping of hyperspectral AVIRIS data using machine-learning algorithms. Can. J. Remote Sens. 35, 106–116.
[51]. Webster, A.E., 2004. The Structural Evolution of the Broken Hill Pb–Zn–Ag deposit, New South Wales, Australia, ARC Centre for Excellence in Ore Deposit ResearchUniversity of Tasmania, Hobart p. 430.
[52]. Williams, D., 2009. Landsat 7 Science Data User's Handbook. National Aeronautics and Space Administration, Greenbelt, Maryland p. 186.
[53]. Willis, I.L., Brown, R.E., Stroud, W.J., Stevens, B.P.J., 1983. The early proterozoic Willyama supergroup: stratigraphic subdivision and interpretation of high to low‐grade metamorphic rocks in the Broken Hill Block, New South Wales. J. Geol. Soc. Aust. 30, 195–224.
[54]. Witten, I.H., Frank, E., 2005. Data Mining: Practical Machine Learning Tools and Techniques, 2nd edn. Elsevier/Morgan Kaufman, San Fransisco, USA p. 525.
[55]. Yu, L., Porwal, A., Holden, E.J., Dentith, M.C., 2012. Towards automatic lithological classification from remote sensing data using support vector machines. Comput. Geosci. 45, 229–239.
Translater
Senin, 27 Maret 2017
Senin, 02 Januari 2017
Sikap Mengakui Kesalahan Pada Sendiri
Setiap
manusia di muka bumi ini pasti mempunyai kesalahan dalam hidupnya, tergantung
bagaimana kita menilai kesalahan itu besar ataupun kecil. Menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI) Salah berarti tidak benar atau tidak betul, dalam hukum
pidana dikenal asas yang paling fundamental, yakni Asas "Tiada Pidana
Tanpa Kesalahan" yang dikenal dengan "keine strafe ohne
schuld" atau "geen straf zonder
schuld" atau "nulla poena sine culpa". Dari asas
tersebut dapat dipahami bahwa kesalahan menjadi salah satu unsur
pertanggungjawaban pidana dari suatu subjek hukum pidana. Artinya, seseorang
yang diakui sebagai subjek hukum harus mempunyai kesalahan untuk dapat
dipidana.
Kesalahan
adalah dasar untuk pertanggungjawaban. Kesalahan merupakan keadaan jiwa dari si
pembuat dan hubungan batin antara si pembuat dan perbuatannya. Mengenai keadaan
jiwa dari seseorang yang melakukan perbuatan, lazim disebut sebagai kemampuan
bertanggung jawab, sedangkan hubungan batin antara si pembuat dan perbuatannya
itu merupakan kesengajaan, kealpaan, serta alasan pemaaf.
Dengan
demikian, untuk menentukan adanya kesalahan, dalam pidana subjek hukum harus
memenuhi beberapa unsur, antara lain: 1) Adanya kemampuan bertanggung jawab
pada si pelaku, 2) Perbuatannya tersebut berupa kesengajaan (dolus) atau
kealpaan (culpa); 3) Tidak adanya alasan penghapus kesalahan atau tidak adanya
alasan pemaaf.
Ketiga
unsur ini merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan antara satu
dengan yang lain, dimana unsur yang satu bergantung pada unsur yang lain.
(Sudarto, 1983, Hukum dan Perkembangan Masyarakat, Sinar Baru, Bandung).
Pada
dewasa ini, kita sudah mulai sulit melihat orang-orang yang mengakui
kesalahannya sendiri mulai dari pejabat tinggi sampai orang terdekat kita
sendiri. Tentu hal ini perlu kesadaran dari individu masing-masing jika memang
kita berbuat kesalahan maka akui lah dan minta maaf kepada yang bersangkutan.
Dalam
hidup sosial bermasyarakat, tiap individu menilai batas kesalahan berbeda-beda tergantung nilai-nilai
norma yang dianut di keluarganya, sukunya, agamanya, dan lingkungannya, tentu
hal ini kembali kepada toleransi tiap individu menilainya. Contohnya bahwa jika
kita membuang sampah sembarangan maka menurut penulis hal tersebut merupakan
kesalahan dan dapat merugikan, jka ditegur maka akui lah dan harap membuang
sampah ditempat yang sudah disediakan.
Mengakui
kesalahan berarti memberanikan diri sendiri untuk memulai menunjukan sikap
positif terhadap orang lain. Hal ini berarti memulai untuk memberikan contoh
kepada orang lain untuk bersikap jujur kepada diri sendiri maupun pihak lain.
Karenanya jangan menunggu orang lain untuk menegur, namun mulailah dari diri
sendiri. Sikap positif harus ditunjukan kepada orang lain bukan menunggu orang
lain memberikan inisiatif sikap positifnya terhadap diri kita.
ketimbang
kita mengevaluasi dan mencari kesalahan dari orang lain, mengapa kita tidak
memulainya dari diri kita sendiri? Lakukanlah evaluasi diri sendiri, kesalahan
apa yang kita lakukan yang juga mungkin menyakiti orang lain. Sadari, akui
kesalahan kemudian meminta maaflah terlebih dahulu ketimbang menunggu orang
lain. Hampirilah kedamaian ketimbang menunggu kedamaian.
Baiknya
ketika kita mengetahui jika kita salah kita harus mudah mengucapkan maaf saya
salah atau maaf saya kurang teliti. Jangan sampa rasa gengsi ataupun
rasa egois yang ada pada diri kita membuat kita menjadi seseorang yang buruk
karena tidak mengakui kesalahan diri sendiri. Seperti contoh jika kita
dilingkungan pertemanan dan membuat janji ingin belajar kelompok dan telat akui
saja sjika kamu salah karena tidak bisa on time. Kita cukup memberikan
pejelasan apa yang kita alami. Inshallah sih teman kita itu bisa mengerti
keadaan yang kita sedang alami.
ketimbang
kita mengevaluasi dan mencari kesalahan orang lain, mengapa kita tidak
memulainya dari diri kita sendiri? Lakukanlah evaluasi diri sendiri, kesalahan
apa yang kita lakukan yang juga mungkin menyakiti orang lain. Sadari, akui
kesalahan kemudian meminta maaflah terlebih dahulu ketimbang menunggu orang
lain. Hampirilah kedamaian ketimbang menunggu kedamaian.
Regulasi dan Prosedur Pengadaan Barang dan Jasa
Dalam
menjalankan fungsi perusahaan, sudah pasti dibutuhkan logistik, peralatan dan
jasa yang menunjang optimalnya kerja suatu instansi. Kebutuhan ini dipenuhi
oleh beberapa pihak, baik itu Induk perusahaan pemerintah maupun Anak
Perusahaan. Berbeda dengan pengadaan barang dan jasa di instansi dan perusahaan
Pemerintah, pengadaan barang dan jasa di instansi pemerintahan lebih rumit
karena berhubungan dengan perhitungan APBN/APBD yang digunakan untuk membayar
barang atau jasa tersebut.
Aktivitas
pengadaan tidak terbatas pada proses pengadaan, namun cakupan aktivitas
pengadaan meliputi lima kegiatan utama, yaitu rencana pengadaan, proses
pengadaan, penerimaan dan penyimpanan, serta pemakaian dan manajemen aset, dan
tiga transaksi, yaitu transaksi pembelian barang/jasa (kontrak), transaksi
penerimaan barang/jasa, dan transaksi pengeluaran atau penggunaan barang/jasa.
Dalam
proses pengadaan barang dan jasa, ada beberapa istilah yang perlu diketahui
agar tidak menimbulkan ambiguitas dan misinterpretasi. Beberapa diantaranya adalah:
è Barang,
merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut benda, baik dalam bentuk bahan
baku, setengah jadi, maupun barang jadi yang menjadi objek dari pengadaan
barang pemerintah.
è Jasa,
terbagi menjadi Jasa Konsultasi, Jasa Pemborongan dan Jasa lainnya.
è Pejabat
Pembuat Komitmen (PPK), merupakan pemilik pekerjaan yang bertanggung jawab atas
pelaksaan proses pengadaan barang dan jasa pemerintah,yang diangkat oleh
Pengguna Anggara/ Kuasa Pengguna Anggaran.
è Penyedia
barang jasa, merupakan perusahaan maupun badan usaha perseorangan yang
menyediakan barang/jasa.
Tata
Cara / Metode Pemilihan Penyedia Barang
A.
Pelelangan
Kelompok
Kerja ULP (pejabat pengadaan) memilih metode pemilihan Penyedia. Untuk
pengadaan yang dilakukan melalui pelelangan, metode pemilihan dibedakan
menjadi: a) Pelelangan Umum; b) Pelelangan Sederhana; dan c) Pelelangan
Terbatas. Pada prinsipnya pengadaan menggunakan metode Pelelangan Umum.
Pelelangan Sederhana dapat
digunakan untuk pengadaan yang tidak kompleks dan bernilai sampai dengan
Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah). Pelelangan Terbatas dapat digunakan
untuk pengadaan dengan jumlah Penyedia yang mampu melaksanakan diyakini
terbatas dan Pekerjaan Kompleks.
B.
Penunjukan Langsung
Kelompok
Kerja ULP/Pejabat Pengadaan menetapkan metode Penunjukan Langsung sesuai
kriteria yang ditetapkan dalam Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 yang
terakhir diubah dengan Peraturan Presiden No. 70 Tahun 2012 beserta petunjuk
teknisnya. Pemasukan Dokumen Penawaran menggunakan metode 1 (satu) sampul. Evaluasi
kualifikasi dilakukan dengan sistem gugur dan dilanjutkan dengan klarifikasi
teknis dan negosiasi harga.
C.
Pengadaan Langsung
Pengadaan
Langsung dapat dilakukan terhadap pengadaan yang bernilai sampai dengan
Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dengan ketentuan sebagai berikut: a)
merupakan kebutuhan operasional K/L/D/I; b) teknologi sederhana; c) risiko
kecil; dan/atau d) dilaksanakan oleh Penyedia orang perseorangan dan/atau badan
Usaha Mikro dan Usaha Kecil serta koperasi kecil. Pengadaan Langsung
dilaksanakan berdasarkan harga yang berlaku di pasar kepada Penyedia yang
memenuhi kualifikasi. Penyedia tidak diwajibkan untuk menyampaikan formulir
isian kualifikasi, apabila menurut pertimbangan Pejabat Pengadaan, Penyedia
dimaksud memiliki kompetensi atau untuk Pengadaan Langsung yang menggunakan
tanda bukti perjanjian berupa bukti pembelian/kuitansi. Pengadaan Langsung
dilaksanakan oleh 1 (satu) orang Pejabat Pengadaan.
D.
Kontes
Kontes
dilakukan untuk pengadaan yang memiliki karakteristik: a) tidak mempunyai harga
pasar; dan b) tidak dapat ditetapkan berdasarkan harga satuan. Metode
penyampaian dokumen adalah 1 (satu) sampul. Evaluasi administrasi dilakukan
oleh Kelompok Kerja ULP/Pejabat Pengadaan dan evaluasi teknis dilakukan oleh
Tim Juri/Tim Ahli dengan memberi nilai terhadap kriteria yang telah ditetapkan
dalam Dokumen Kontes.
Panitia
Pengadaan dan Penyedia Barang/Jasa
Anggota
panitia harus memenuhi beberapa persyaratan termasuk penguasaan tentang
prosedur pengadaan, substansi pengadaan, jenis pekerjaan yang akan dilakukan,
serta memiliki sertifikat pengadaan barang/jasa pemerintah dan tidak mempunyai
hubungan keluarga dengan pejabat pengangkat. Sama halnya dengan panitia
pengadaan, penyedia barang dan jasa pemerintah juga diharuskan memenuhi
kriteria tertentu yang ditentukan dalam peraturan tentang pengadaan barang dan
jasa pemerintah. Ketidaklengakapan persyaratan ini dapat menjadi penyebab tidak
diakuinya penyedia barang/jasa dalam lelang atau penunjukan oleh instansi terkait.
Berikut ini beberapa kriteria penyedia barang/jasa:
a)
Memiliki keahlian, kemampuan manajerial dan teknis yang memadai, berpengalaman
yang sesuai dengan persyaratan yang diminta oleh instansi yang memberikan
proyek pengadaan barang/jasa.
b)
Memenuhi aturan menjalankan usaha seperti yang ditentukan oleh
perundang-undangan menyangkut bentuk dan legalitas usaha.
c)
Mempunyai kapasitas hukum untuk menandatangani kontrak untuk proyek yang akan
dikerjakan.
d)
Bebas dari keadaan pailit, pengawasan pengadilan maupun memiliki direksi yang
tidak dalam proses hukum.
e)
Memenuhi kewajiban sebagain wajib pajak pada tahun sebelumnya yang dibuktikan
dengan pelampiran SPT dan SSP tahun terakhir.
f)
Pernah menangani proyek pengadaan barang/jasa untuk institusi swasta maupun
pemerintah dalam kurun waktu 4 tahun terakhir. Poin ini termasuk pengalaman
subkontrak pengadaan barang/jasa.
g)
Memiliki alamat tetap dan dapat dijangkau dengan pos.
h)
Tidak masuk daftar hitam penyedia barang/jasa.
Prinsip
Dasar Pengadaan
Pengadaan barang/jasa
dilaksanakan dengan menggunakan prinsip dasar sebagai berikut:
è Transparan:
semua ketentuan dan informasi, baik teknis maupun administratif termasuk tata
cara peninjauan, hasil peninjauan, dan penetapan penyedia
barang/jasa harus bersifat terbuka bagi penyedia barang/jasa yang berminat dan
mampu tanpa diskriminasi;
è Adil:
tidak diskriminatif dalam memberikan perlakuan bagi semua calon
penyedia barang/jasa dan tidak mengarah untuk memberikan keuntungan
kepada pihak tertentu, dengan cara atau alasan apa pun;
è Bertanggung
jawab: mencapai sasaran baik fisik, kualitas, kegunaan, maupun
manfaat bagi kelancaran pelaksanaan usaha sesuai dengan prinsip-prinsip
dan kebijakan serta ketentuan yang berlaku dalam pengadaan barang/jasa;
è Efektif:
sesuai dengan kebutuhan yang telah ditetapkan dan dapat memberikan
manfaat yang sebesar-besarnya bagi para pihak terkait;
è Efisien:
menggunakan dana, daya, dan fasilitas secara optimum untuk mencapai
sasaran yang telah ditetapkan dengan biaya yang wajar dan tepat pada waktunya;
è Kehati-hatian:
berarti senantiasa memperhatikan atau patut menduga terhadap informasi,
tindakan, atau bentuk apapun sebagai langkah antisipasi untuk menghindari
kerugian material dan imaterial selama proses pengadaan,
proses pelaksanaan pekerjaan, dan paska pelaksanaan pekerjaan;
è Kemandirian:
berarti suatu keadaan dimana pengadaan barang/jasa dikelola secara
profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/tekanan dari
pihak manapun;
è Integritas:
berarti pelaksana pengadaan barang/jasa harus berkomitmen penuh untuk memenuhi
etika pengadaan;
è Good
Corporate Governance: Memenuhi prinsip-prinsip tata kelola perusahaan
yang baik.
Rencana
Bisnis : Pengadaan jasa pembuatan Furniture
Teknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK) telah berkembang sangat jauh saat ini baik
terhadap cara berkomunikasi, cara belajar, cara bekerja, cara bisnis, dan lain
sebagainya. karena banyak manfaat dalam pengembangan dibidang TIK ini, salah
satu manfaatnya yaitu dapat memperkenalkan suatu usaha yang dijalankan kepada
masyarakat umum. maka dari itu saya ingin membuat suatu usaha pengadaan jasa
pembuatan Furniture.
Usaha
yang saya buat ini lebih memberatkan dalam pembuatan furniture dengan bentuk
yang diinginkan oleh pelanggan, baik untuk perusahaan ataupun instansi lain,
pemerintahan, maupun perumahan yang membutuhkan furniture unik di tempatnya
agar dapat digunakan secara nyaman dan aman. Banyak tempat perusahaan maupun
perumahan baru yang membutuhkan furniture untuk menunjang kinerja perusahaan
dan terlihat lebih menarik agar tampilannya terlihat lebih bagus.
Saya
menjalankan usaha ini dengan beberapa teman saya yang juga ahli dibidang desain
grafis dan furniture. Hanya modal laptop dan beberapa aplikasi yang mendukung
seperti photoshop dan blender.
Dalam
penyebaran informasi usaha ini saya mengandalkan media online dan cetak. Media
online yang saya gunakan yaitu sosial media yang sudah banyak digunakan oleh
masyarakat seperti facebook, twitter, instagram, dan path. Selain sosial media
saya juga akan menyebarkan melalui e-commerce termasuk forum kaskus. Untuk
media cetak saya hanya membuat brosur untuk disebarkan.
Komentar
:
menurut saya dengan adanya
regulasi dan prosedur pengadaan barang dan jasa sangat membantu didalam bidang
bisnis. karena bisa membantu seseorang untuk mempromosikan apa yang ada dalam
bisnis mereka itu sendiri dan juga bisa disampaikan dengan baik kepada
masyarakat.
pada regulasi dan prosedur
pengadaan barang dan jasa mempunyai manfaat yaitu bahan tersampaikan dengan
tujuan yang jelas. dan juga bisa memberikan gambaran atau contoh kepada
orang-orang yang akan membuat bisnis dengan penjelasan yang lebih mudah.
Rabu, 16 November 2016
Tugas 4 Pengantar Bisnis Informatika
A. PENGERTIAN
TOLERANSI
Toleransi
merupakan sikap menghargai sesama makhluk hidup sosial bermasyarakat dalam
berpendapat di berbagai aspek agam, sosial, dan budaya tanpa adanya
diskriminasi atau mengkecilkan suatu kelompok teretentu. Sebagai makhluk
sosial, kita selalu hidup berdampingan, berinteraksi, berhubungan, dan
bercengkarama setiap harinya dan kita saling membutuhkan satu sama lain.
Dalam
pengalaman penulis, tentu hidup bermasyarakat butuh toleransi karena kita
berada di Negara dengan kemajemukan yang sejuk bukan kemajukan dengan konflik.
Nenenk moyang kita dulu sudah mengajarkan ideologi bhinneka tunggal ika yang
berarti berbeda tapi tetap satu jua.
Kemudian
ideologi ini seiring berjalannya waktu pernah disinggung oleh sekelompok orang
yang ingin memecah-belah kita sebagi bangsa dan Negara terutama masalah agama.
Suatu organisasi yang berjalan di garis keras bernama ISIS ini menyerukan kita
bahwa agama lain selain agama islam adalah kafir dan patut dimusnahkan dari
muka bumi ini.
Pemerintah dalam hal ini yang dipimpin
oleh presiden Republik Indonesia ke-7 Joko Widodo telah memerintahkan
Kepolisian Republik Indonesia untuk membasmi organisasi radikal apapun yang ada
di Indonesia. Bagi Masyarakat sendiri hal ini sangat menghawatirkan apalagi
dalam hal menyebar terror yang tidak berujung tidak hanya di Indonesia tapi
dibelahan dunia lain pun ini terjadi. Indonesia sebagai Negara majemuk tentu
punya ideology Pancasila yang tidak sama dengan ideologi organisasi ISIS yang
bertujuan membuat Negara islam sendiri.
Dewasa
ini, kita sering mendengar atau mengetahui istilah-istilah dalam ideologi
sistem sosial masyarakat di dunia yaitu :
·
Ideologi
Pancasila
Ideologi Pancasila adalah
ideologi yang dianut oleh Indonesia dengan tujuan agar semua bidang kehidupan
baik dalam pemerintahan atau kenegaraan harus bersumber dan dilandasi oleh
semangat pancasila. Ideologi Pancasila memiliki 5 keutamaan yaitu KeTuhanan
Yang Maha Esa , kemanusiaan yang adil dan beradab , persatuan Indonesia ,
kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan
perwakilan , dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Nilai yang
dimiliki oleh ideologi pancasila harus dijadikan tujuan dan cita - cita yang
akan dicapai dan dijadikan sebagai cara pemersatu bangsa. Negara yang menganut
ideologi ini adalah Indonesia.
·
Ideologi
Liberalisme
Ideologi Liberalisme
berarti bebas , merdeka , dan tidak tergantung. Ada tiga unsur utama ideologi
liberalisme yaitu unsur kehidupan , kebebasan , dan hak miliki. Dalam ideologi
Liberalisme , yang dipentingkan adalah kebebasan setiap orang. Keberadaan
individu sangatlah penting karena individu adalah mahluk yang bebas dengan
pribadi yang utuh dan lengkap. Negara yang menganut ideologi liberalisme aadlah
Amerika Serikat , Hong Kong , Singapura , Jepang.
·
Ideologi
Komunisme
Ideologi Komunisme adalah
ideologi yang mementingkan individu pemilik dan menyampingkan kasta buruh.
Semua hal yang ada di negara dikuasai oleh negara. Ideologi komunisme ini
muncul sebagai hasil dari ideologi kapitalisme. Ideologi ini memiliki ciri
ateisme yaitu tidak percaya terhadap Tuhan , dogmatisme , tidak percaya pikiran
orang lain , tidak mengakui hak asasi manusia , dan ekonomi yang dikuasai oleh
negara. Negara yang menganut ideologi komunisme adalah Korea Utara dan
Tiongkok.
·
Ideologi
Fasisme
Ideologi Fasisme adalah
suatu ideologi yang menjalankan gerakan politik penindasan. Fasisme melawan
kaidah moral dan memiliki budaya yang rasis. Ideologi fasisme memiliki ciri
rasialisme , cara berpikir dibatasi , menganggap kritik sebagai kejahatan ,
politik menguasai dunia untuk kepentingan pribadi. Contoh negara yang menganut
ideologi fasisme adalah Italia.
·
Ideologi
Nasionalisme
Ideologi nasionalisme
adalah ideologi yang meninggikan derajad bangsa , cinta terhadap tanah air.
Negara yang menganut ideologi ini berusaha mempertahankan kedaulatannya dan
mewujudkan nasionalisme dalam menciptakan otonomi , kesatuan , dan identitas negaranya.
·
Ideologi
Sosialisme
Ideologi Sosialisme adalah
ideologi yang mementingkan masyarakatnya. Masyarakat berhak menguasai sarana -
sarana produksi dan mendapat hasil produksi secara merata. Negara yang menganut
ideologi ini adalah negara di Eropa Barat dan Kuba serta Venezuela.
·
Ideologi
Konservatisme
Ideologi konservatisme
adalah ideologi yang mempertahankan stabilitas sosial , tradisi , melestarikan
budaya , dan melarang perubahan yang sangat signifikan.Ideologi ini menghendaki
perubahan yang hanya setapak demi setapak. Kehidupan masyarakatnya tertata dan
masyarakat yang lemah dibantu oleh pemerintah. Negara yang mengaut ideologi
konservatisme adalah Inggris , Kanada , Bulgaria , Swedia , dan Belanda.
·
Ideologi
Kapitalisme
Ideologi kapitalisme adalah
ideologi yang mengusahakan pemilik modal dapat menjalankan usahanya untuk
mendapat keuntungan yang besar. Ideologi ini mengutamakan pemilik modal ,
persaingan bebas. Dalam ideologi ini yang kaya semakin kaya dan yang miskin
semakin miskin. Setiap orang selalu berkompetisi dan mendahulukan hak milik
pribadinya.Negara yang menganut ideologi ini adalah Portugis , Spanyol ,
Perancis.
·
Ideologi
Marxisme
Ideologi Marxisme adalah
ideologi yang berisi operasional kehidupan bermasyarakat , berbangsa , dan
bernegara. Norma - norma yang ada harus ditaati dan dipathui dalam ideologi
ini. Sejarah merupakan hal yang harus dipelajari. Contoh negara yang menganut
ideologi marxisme adalah Portugal.
Tugas 3 Pengantar Bisnis Informatika
A. Media Promosi Berbasis IT
• Pengertian strategi Promosi
Promosi merupakan salah satu bagian dari rangkaian kegiatan promosi suatu barang. Menurut Tjiptono (2001 : 219) Promosi pada hakekatnya adalah suatu komunikasi promosi, artinya aktifitas promosi yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk, dan atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.
Selanjutnya Kotler (2002:41) menyatakan bahwa “Promosi adalah berbagai kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan yang menonjolkan keistimewaan-keistimewaan produknya yang membujuk konsumen sasaran agar membelinya”.
Sementara Sistaningrum (2002 : 98) mengungkapkan arti Promosi adalah suatu upaya atau kegiatan perusahaan dalam mempengaruhi ”konsumen aktual” maupun ”konsumen potensial” agar mereka mau melakukan pembelian terhadap produk yang ditawarkan, saat ini atau dimasa yang akan datang. Konsumen aktual adalah konsumen yang langsung membeli produk yang ditawarkan pada saat atau sesaat setelah Promosi produk tersebut dilancarkan perusahaan. Dan konsumen potensial adalah konsumen yang berminat melakukan pembelian terhadap produk yang ditawarkan perusahaan dimasa yang akan datang.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa strategi Promosi penjualan adalah perencanaan atau kegiatan dari suatu organisasi/perusahaan agar dapat mencapai sasaran sehingga tujuan yang diinginkan dapat terwujud.
• Tujuan strategi Promosi penjualan
Tujuan dari Promosi penjualan sangat beraneka ragam yakni merangsang permintaan, meningkatkan hasrat konsumen untuk mencoba produk, membentuk goodwill, meningkatkan pembelian konsumen, juga bisa mendorong konsumen untuk membeli lebih banyak serta meminimimkan perilaku berganti-ganti merek, atau mendorong konsumen untuk mencoba pembelian produk baru. Tujuan lainnya juga bisa berupa untuk mendorong pembelian ulang produk, dapat menarik pelanggan baru, mempengaruhi pelanggannya untuk mencoba produk baru, menyerang aktifitas Promosi pesaing. Promosi penjualan bertujuan untuk merangsang tanggapan pembeli yang cepat (quick buying response) yang antara lain adalah perlombaan, pemberian hadiah, kombinasi penawaran, kupon, dan potongan harga untuk konsumen.
Tujuan Promosi adalah untuk mempengaruhi suatu konsumen dalam mengambil keputusan untuk meningkatkan volume penjualan, di segi lain ada juga dari Promosi yaitu menjual suatu barang atau jasa. Dalam Promosi kita tidak hanya sekedar berkomunikasi ataupun menyampaikan informasi, tetapi juga menginginkan komunikasi yang mampu menciptakan suasana/keadaan dimana para pelanggan bersedia memilih dan memiliki produk. Dengan demikian Promosi yang akan dilakukan haruslah selalu berdasarkan atas beberapa hal sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai.
Secara umum tujuan dari Promosi penjualan :
1. Meningkatkan permintaan dari para pemakai industrial dan/atau konsumen akhir.
2. Meningkatkan kinerja perusahaan
3. Mendukung dan mengkoordinasikan kegiatan personal selling dan iklan.
Adapun tujuan dari pada perusahaan melakukan Promosi menurut Tjiptono (2001:221) adalah menginformasikan (informing), mempengaruhi dan membujuk (persuading) serta mengingatkan (reminding) pelanggan tentang perusahaan dan bauran promosinya. Sistaningrum (2002 : 98) menjelaskan tujuan Promosi adalah empat hal, yaitu memperkenalkan diri, membujuk, modifikasi dan membentuk tingkah laku serta mengingatkan kembali tentang produk dan perusahaan yang bersangkutan.
Pada prinsipnya antara keduanya adalah sama, yaitu sama-sama menjelaskan bila produk masih baru maka perlu memperkenalkan atau menginformasikan kepada konsumen bahwa saat ini ada produk baru yang tidak kalah dengan produk yang lama. Setelah konsumen mengetahui produk yang baru, diharapkan konsumen akan terpengaruh dan terbujuk sehingga beralih ke produk tersebut. Dan pada akhirnya, perusahaan hanya sekedar mengingatkan bahwa produk tersebut tetap bagus untuk dikonsumsi. Hal ini dilakukan karena banyaknya serangan yang datang dari para pesaing.
Tujuan Utama Strategi Promosi :
1. Meningkatkan Volume
2. Meningkatkan Pembeli Coba-Coba
3. Meningkatkan Pembelian Ulang
4. Meningkatkan Loyalitas
5. Memperluas Kegunaan
6. Menciptakan Ketertarikan
7. Menciptakan Kesadaran
8. Mengalihkan Perhatian dari Harga.
9. Mendapatkan Dukungan dari Perantara.
• Media Promosi
Banyak cara untuk melakukan Promosi, salah satunya yaitu dengan memanfaatkan media Promosi cetak. Misalnya,
1. Televisi
Media televisi adalah media yang paling termasyhur di antara media-media lainnya. Hal ini dikarenakan media televisi adalah media yang paling efektif dalam menyampaikan pesan. Pesan yang disampaikan melalui media televisi akan diwujudkan dalam bentuk audio (suara) dan visual (gambar). Perpaduan audio dan visual tersebutlah yang menjadikan seseorang lebih tertarik untuk menonton televisi dibandingkan dengan mengkonsumsi media-media lainnya.
Penyampaian pesan melalui gambar gerak dan audio yang mendukung juga menjadikan pesan lebih mudah tersampaikan. Masyarakat pun akan lebih mudah mencerna pesan-pesan yang diterima melalui media televisi. Kekurangan dari memPromosikan produk bisnis anda melalui media televisi antara lain adalah harganya yang relatif mahal. Ya, beriklan di televisi paling tidak menghabiskan jumlah hingga ratusan juta pada setiap detiknya. Berminat?
2. Website
Majunya media internet membuat website semakin diminati oleh masyarakat untuk memPromosikan produk bisnisnya. Melalui website, anda bisa mengiklankan produk bisnis lengkap dengan spesifikasi dan kelengkapan informasinya. Pada website, anda bisa mengiklankan atau memPromosikannya melalui website pribadi, yang memang sengaja dirancang khusus sebagai media Promosi dari produk bisnis anda, ataupun website orang lain yang memiliki traffic yang cukup padat. Jika anda memilih website orang lain sebagai media Promosi, anda dapat mengemas Promosi dalam bentuk iklan yang muncul di halaman website orang lain tersebut.
3. Jejaring social
Maraknya media internet yang terus mengembangkan eksistensinya, membuat berbagai macam jejaring sosial menjadi sebuah media komunikasi yang tak kalah penting keberadaannya. Jejaring sosial kini menjadi efektif dalam mengkomunikasikan sesuatu baik yang sifatnya pribadi, umum, bahkan untuk kepentingan bisnis sekalipun. Anda dapat memPromosikan barang atau jasa yang anda tawarkan melalui jejaring sosial kepada khalayak umum lewat dunia maya, seperti melalui jejaring sosial Facebook, Instagram, Twitter, Blog, dan lain sebagainya.
Menurut penulis, media promosi berbasis IT saat ini sangat dibutuhkan karena masyarakat di Indonesia sudah banyak menggunakan smartphone dengan koneksi internet yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu dan media yang banyak pula maka media promosi berbasis IT dapat berguna bagi UKM untuk menjual produk-produknya dengan efektif.
Dengan demikian tujuan dari media promosi ini dapat meningkatkan permintaan dari para pemakai industrial dan/atau konsumen akhir, meningkatkan kinerja perusahaan, mendukung dan mengkoordinasikan kegiatan personal selling dan iklan.
Selasa, 11 Oktober 2016
Penelitian Ilmiah
Tentang
Penelitian Ilmiah
Informasi
sangat penting karena semua kegiatan membutuhkan itu untuk mendapatkan
pengetahuan, bahkan terkadang dituntut untuk mengolah atau menghasilkan
informasi secara cepat, tepat, dan akurat. Karena itu komputer merupakan salah
satu alat bantu yang paling tepat untuk mendapatkan, mengolah dan menghasilkan
informasi yang amat dibutuhkan. Hal tersebut membuat terciptanya sebuah
jaringan komputer yang amat besar dan tersebar di seluruh bagian muka bumi
yaitu internet. Internet dapat
diakses dan dimanfaatkan untuk berbagi keperluan, digunakan oleh siapa saja,
dimana saja, dan kapan saja, salah satunya adalah world wide web (web) yang mampu menyediakan berbagai macam
informasi.
Informasi
yang disajikan dalam bentuk web sudah
sangat global dan selalu diusahakan tepat waktu sehingga suatu informasi dapat
selalu diperbaharui dengan cepat. Ini adalah salah satu contoh web aplikasi penjualan produk makanan
sehat, yang dimana dalam aplikasi ini terdapat informasi tentang makanan sehat
dan produk-produk tersebut, kemudian pembeli dipersilahkan untuk memilih produk
yang akan dipesan. Langkah selanjutnya yaitu pengisian identitas diri pembeli
produk untuk dijadikan data pembelian barang oleh penyedia produk dan kemudian
akan diberikan bukti pembelian berupa selembaran nota yang bertujuan untuk
menunjukkan produk apa yang telah dibeli dan sebagai bukti saat pemeriksaan
saat produk sudah diterima oleh pembeli.
Berdasarkan
gagasan tersebut, maka penulis tertarik untuk menyajikan informasi dan
penjualan makanan sehat berbasis web dengan judul “APLIKASI PENJUALAN MAKANAN
SEHAT BERBASIS WEB”.
Web aplikasi penjualan makanan sehat ini diperuntukan bagi semua
orang untuk mendapatkan informasi mengenai produk makanan sehat. Web ini juga menampilkan informasi
mengenai kategori makanan sehat secara jelas. Selain itu Web aplikasi ini dibuat hanya untuk menjual makanan yang hanya
dikategorikan sehat saja, sehingga minuman dan makanan selain itu tidak dapat
dijual di web ini.
Penulis membuat
web aplikasi penjualan makanan sehat untuk
memudahkan masyarakat dalam
mendapatakan makanan
sehat secara mudah serta memberikan informasi mengenai kategori makanan sehat.
Dengan memanfaatkan fasilitas database MySQL, sistem pengolahan
penjualan pada website ini juga dibantu dengan PHP (Hypertext PreProcessor),
sehingga memudahkan dalam pembuatan program ini.
Aplikasi Penjualan Makanan Sehat Berbasis Web
ini dapat memudahkan bagi penjual untuk menjual produk-produk tersebut dan Pembeli dapat mengakses website
ini tanpa ada batasan ruang dan waktu .
E–Commerce
dapat diartikan sebagai suatu proses berbisnis dengan menggukan teknologi
elektronik yang menghubungka antara perusahaan, konsumen dan masyarakat dalam
bentuk transaksi elektronik dan pertukaran/penjualan barang, jasa, dan
informasi secara elektronik.
Salah satu layanan aplikasi di Internet
adalah World Wide Web ( WWW ),
pelayanan yang dikembangkan di Internet
dan menjadi layanan aplikasi yang paling populer digunakan pemakai jaringan
Internet. WWW atau yang biasa disebut Web saja, bekerja dengan teknologi
yang disebut hypertext, yang
kemudian dikembangkan menjadi suatu protocol aplikasi yang disebut
HTTP ( HyperText Transfer
Protocol ). WWW atau Web merupakan fasilitas
hypertext untuk menampilkan data berupa text, grafik atau gambar, suara,
animasi, dan
sebagainya. Apabila diumpamakan WWW
merupakan perpustakaan besar
yang menyediakan berbagai buku dengan berbagai informasi yang dibutuhkan.
Website atau Situs Web merupakan
tempat
penyimpanan data dan informasi dengan berdasarkan topik tertentu. Diumpamakan situs web ini adalah sebuah buku yang berisi topik tertentu. Website atau Situs Web
juga merupakan kumpulan dari
halaman-halaman
web yang saling berkaitan didalam website tersebut.
Tugas 1 Pengantar Bisnis Informatika
A. Definisi bisnis, TIK(Teknologi Informasi dan Komunikasi), dan Bisnis Informatika
1. Definisi bisnis
Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.[1]
Dalam ekonomi kapitalis, di mana kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau kapital yang mereka berikan. Namun tidak semua bisnis mengejar keuntungan seperti ini, misalnya bisnis koperatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Model bisnis seperti ini kontras dengan sistem sosialistik, di mana bisnis besar kebanyakan dimiliki oleh pemerintah, masyarakat umum, atau serikat pekerja.[1]
Secara etimologi, bisnis berarti keadaan di mana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata "bisnis" sendiri memiliki tiga penggunaan, tergantung skupnya — penggunaan singular kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Penggunaan yang lebih luas dapat merujuk pada sektor pasar tertentu, misalnya "bisnis pertelevisian." Penggunaan yang paling luas merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa. Namun definisi "bisnis" yang tepat masih menjadi bahan perdebatan hingga saat ini.[1]
2. Definisi TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi)
Teknologi Informasi adalah seperangkat alat yang membantu manusia bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi.[2]
Teknologi Informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi.[2]
Teknologi Informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video.[2]
Teknologi Informasi merupakan gabungan antara teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi, sehingga lebih tepat kalau diistilahkan dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).[2]
3. Definsi Bisnis Informatika
Bisnis informatika adalah suatu kegiatan yang dilakukan individu atau sekelompok orang yang memiliki nilai (value) dengan tujuan mendapatkan keuntungan (profit) yang dilakukan dengan bantuan teknologi informasi. Yang dimaksud teknologi informasi disini mencakup semua hal yang berkaitan dengan teknologi informasi, seperti internet. Bisnis informatika berkembang dengan pesat akhir – akhir ini seiring dengan berkembang pesatnya pula teknologi informasi. Karena Bisnis Informatika muncul karena adanya peluang yang terdapat di dalam suatu teknologi informasi.[3]
Tidak dapat di pungkiri sekarang internet sudah mengalami pergeseran kebutuhan di dalam masyarakat. Yang dahulu Internet merupakan suatu kebutuhan pelengkap atau masih merupakan kebutuhan yang “mewah” bagi sebagian masyarakat, sekarang menjadi suatu kebutuhan sekunder ataupun kebutuhan primer. Karena sekarang kita dapat semakin mudah dan murah untuk mendapatkan akses internet. Hal ini tidak lepas dari semakin berkembangnya teknologi informasi.[3]
4. Jenis Bisnis Informatika
4.1 E-commerce
e-commerce adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.[4]
Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-commerce ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), pemasaran elektronik (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll.[4]
E-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekadar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-commerce juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), surat elektronik(e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini.[4]
4.2 OLX.CO.ID
OLX.co.id yang sebelumnya adalah Tokobagus.com dan Berniaga.com merupakan situs iklan baris online terbesar di Indonesia.
OLX.co.id menyediakan media yang mudah bagi para penjual untuk memasang iklan untuk dapat dengan cepat menjual barangnya, sekaligus menjadi media bagi pembeli untuk mencari beragam produk barang bekas dan barang baru untuk kebutuhannya. Barang yang dapat dicari mulai dari handphone, komputer, perangkat rumah tangga, hingga mobil dan sepeda motor, properti hingga lowongan kerja dan layanan lainnya.[5]
4.3 Teknik Penjualan
Penulis berpendapat website ini menggunakan teknik penjualan berbasis TIK karena menggunakan fasilitas internet untuk membuat situs ini dengan bersifat sebagai perantara antara penjual dengan pembeli. Sebagai penjual, maka dia harus memasang iklan untuk barang yang akan dijual dengan mengisi data diri sebagai penjual seperti: nama, nomor telefon, email, alamat, dll. Kemudian mengunggah foto barang, mengisi despripsi barang sesuai dengan aslinya. Lalu sebagi pembeli jika ingin membeli suatu barang, maka ia akan mencari terlebih dahulu barang yang akan dibelinya di kategori yang ada atau langsung saja mengetikkan nama barang di form pencarian melihat iklan tersebut. Setelah itu, maka akan muncul beberapa rekomendasi dari website ini mengenai barang yang akan dibeli kemudian pembeli menghubungi penjual tersebut dengan nomor telefon yang ada di info penjual kemudian bertemu di suatu tempat dan memeriksa barang tersebut apakah sesuai kemudian melakukan transaksi.
4.4 Pemeliharaan Sistem
Sistem pemeliharaan sistem pada website Olx.co.id ini menurut penulis sangat profesional, terbukti bahwa jika barang sudah terjual atau sold out maka barang tersebut beserta penjual sudah hilang dari pencarian, tentu hal ini bergantung kepada penjual untuk menghapus barang yang sudah terjual tersebut.
4.5 Kelebihan dan Kekurangan
Maka dari itu, penulis berpendapat bahwa kelebihan dari situs ini adalah memudahkan bagi seorang jika memiliki kebutuhan keuangan mendesak dapat menggunakan situs ini untuk menjual barang atau jasa yang dimilikinya dengan mudah tanpa ada batasan ruang dan waktu. Untuk membuat suatu aplikasi situs seperti ini memang tidak mudah, maka sistem harus disempurnakan dengan barang dan jasa yang sudah tidak ada atau penjual sudah tidak aktif agar memudahkan pembeli jika ingin membeli barang atau menggunakan jasa dari situs ini.
5. Perkembangan Bisnis Informatika di Indonesia dan Dunia
Dalam dunia bisnis Indonesia dan dunia saat ini mulai dikenal sebuah bisnis yang bernama bisnis Startup. Bisnis ini berkembang sekitar tahun 1998 – 2000 dengan ditandai munculnya para pebisnis yang mulai menggunakan teknologi sebagai salah satu media untuk berpromosi atau bahkan sebagai lahan bisnis itu sendiri. Bisnis Startup identik dengan bisnis yang bersentuhan dengan dunia teknologi. Namun sebenarnya istilah Startup ini lebih mengartikan kepada bisnis yang baru berkembang atau bisnis yang belum lama beroperasi. Istilah Startup lekat dengan teknologi karena kemunculannya yang ditandai dengan maraknya penggunaan teknologi oleh pelaku bisnis itu tadi. Dan memang hingga saat ini pun bisnis Startup tidak jauh – jauh dari bisnis yang bergerak di bidang teknologi seperti website, game atau transaksi online.[6]
a. Perkembangan bisnis Startup di Indonesia
Saat ini perkembangan bisnis Startup di Indonesia semakin pesat. Bisa dilihat dari banyaknya founder atau pemilik bisnis Startup yang terus bermunculan setiap tahun. Dikutip dari Ehpedia.com, hingga tahun 2015 kemarin tercatat ada lebih dari 1500 founder bisnis Startup yang kian sukses merintis usahanya. Ditilik dari berbagai bisnis Startup yang berkembang, bisnis ini bisa dibedakan menjadi 3 jenis bisnis Startup yaitu :[6]
a. Startup aplikasi edukasi
b. Startup pencipta game
c. Startup perdagangan
Dari ketiga jenis bisnis Startup di atas, Startup aplikasi edukasi dan Startup pencipta game paling banyak foundernya di Indonesia. Hal ini dikarenakan pembuatan aplikasi untuk game dan edukasi terbilang mudah serta pasar bisnis Startup ini sangatlah besar. Dapat dilihat juga bagaimana di Indonesia saat ini banyak sekali anak – anak muda yang memiliki hak paten dari aplikasi ciptaan mereka yang kemudian menjadi sebuah ladang bisnis.[6]
Untuk bisnis Startup perdagangan di Indonesia sendiri masih belum sepesat bisnis Startup aplikasi edukasi dan game. Bisnis Startup perdagangan ini contohnya seperti e-commerce dan informasi. Untuk e-commerce, bisnis ini masih terhitung rendah karena masyarakat Indonesia kebanyakan masih suka bertransaksi menggunakan uang tunai ketimbang kartu kredit. Namun untuk bidang informasi justru berkebalikan. Bisnis Startup informasi di Indonesia berkembang pesat dan dari hari ke hari semakin beragam saja.[6]
b. Faktor pendukung berkembangnya bisnis Startup
Setiap bisnis pasti memiliki faktor – faktor yang mendukung keberlangsungan bisnis tersebut. Seperti halnya bisnis Startup ini yang semakin berkembang karena didukung oleh :[6]
a. Potensi pasar masyarakat Indonesia yang besar. Dengan jumlah penduduk yang banyak maka Indonesia tidak hanya menjadi pangsa pasar yang besar bagi bisnis dalam negeri, bahkan bagi bisnis luar negeri juga
b. Masyarakat Indonesia yang mulai melek teknologi. Dengan banyaknya masyarakat Indonesia yang menggunakan teknologi internet maka semakin besar pula peluang bisnis Startup ini dikenal dan makin berkembang
c. Kualitas tim founder bisnis Startup yang keratif, penuh ide orisinil dan juga solid sehingga bisa membuat kreativitas produk baru untuk ditawarkan kepada masyarakat
d. Adanya dukungan pemerintah dan juga investor – investor besar yang dapat memberikan bantuan dana untuk pengembangan bisnis Startup tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
[5] OLX,”Tentang Kami”,
http://blog.olx.co.id/about-us/
2015
[3] Raflyandi,”Pengantar Bisnis Informatika”,
http://raflyandi.blogspot.co.id/2015/10/pengantar-bisnis-informatika.html
Oktober 2015
[2] Slideserve,”Pengertian TIK”,
http://www.slideserve.com/oneida/pengertian-teknologi-informasi-dan-komunikasi-tik
Juli 2014
[1] Wikipedia, ”Bisnis”,
https://id.wikipedia.org/wiki/Bisnis/
September 2016
[4] Wikipedia,”Perdagangan Elektronik”,
https://id.wikipedia.org/wiki/Perdagangan_elektronik
2016
Langganan:
Postingan (Atom)



